Kamis, 13 Desember 2012

Praktikum Dastan Acara IV Pengenalan Dengan Indera


LAPORAN PRAKTIKUM
DASAR  – DASAR ILMU TANAH


A C A R A  4
PENGENALAN DENGAN INDERA




                                               O l e h                
                                          N a m a                         : Sofyan Ali
                                          N I M                           : A0B012030
                                          R o m b o n g a n          : 2 – D3 PSL
                       


KEMENTERIAN  PENDIDIKAN  DAN  KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2012




 BAB I.
PENDAHULUAN




A.    LATAR BELAKANG



Tanah secara Edhapologi adalah tubuh alam yang disintesiskan dalam bentuk penampang (ada horizon-horizon), terdiri dari berbagai hancuran mineral dan bahan organik yang menyelimuti bumi dan dapat memberi atau menyediakan makanan, air udara bagi tumbuhan. Tanah mempunyai sifat yang mudah dipengaruhi oleh iklim, serta jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam jangka waktu tertentu. Tanah dalam pertanian mempunyai peranan sebagai media tumbuh tanaman dalam hal tempat akar memenuhi cadangan makanan, cadangan nutrisi (hara) baik yang berupa ion-ion organik maupun anorganik. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan pengetahuan dalam mengetahui sifat fisik tanah seperti warna tanah, tekstur tanah, struktur tanah, konsistensi tanah dan lain-lain.
    Tanah adalah suatu benda alami yang terdapat di permukaan kulit bumi, yang tersusun dari bahan-bahan mineral sebagai hasil pelapukan sisa tumbuhan dan hewan, yang merupakan medium pertumbuhan tanaman dengan sifat-sifat tertentu yang terjadi akibat gabungan dari faktor-faktor iklim, bahan induk, jasad hidup, bentuk wilayah dan lamanya waktu pertumbuhan.
Untuk meneliti sifat-sifat tanah di lapangan dan mengklasifikasikannya ke dalam suatu ordo, maka kita dapat melakukan suatu pengamatan melalui profil tanah, Dengan mengamati profil tanah, kita dapat menganalisa tekstur, struktur, konsistensi, warna tanah, bahan organik, aktivitas fauna, perakaran yang terdapat dalam tanah, dan sebagainya pada suatu wilayah.tentunya Pengamatan pada profil tanah tidak dapat dilakukan secara individual. Dikarenakan dalam suatu pengamatan, setiap orang akan berbeda dalam mengkelaskan (misal tekstur dan struktur), dibutuhkan sensitivitas/kejelian setiap orang dalam menginterpretasikan suatu sifat tanah.



B.  TUJUAN



Dapat menetapkan warna dasar beberapa jenis tanah dengan  menggunakan buku Munsell Soil Color Chart, menetapkan tekstur tanah ,menetapkan struktur tanah, menetapkan berbagai jenis tanah dalam keadaan basah, lembab, dan kering.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA




Tanah adalah suatu benda alami yang terdapat di permukaan kulit bumi, yang tersusun dari bahan-bahan mineral sebagai hasil pelapukan sisa tumbuhan dan hewan, yang merupakan medium pertumbuhan tanaman dengan sifat-sifat tertentu yang terjadi akibat gabungan dari faktor-faktor iklim, bahan induk, jasad hidup, bentuk wilayah dan lamanya waktu pertumbuhan.
Untuk meneliti sifat-sifat tanah di lapangan dan mengklasifikasikannya ke dalam suatu ordo, maka kita dapat melakukan suatu pengamatan melalui profil tanah, Dengan mengamati profil tanah, kita dapat menganalisa tekstur, struktur, konsistensi, warna tanah, bahan organik, aktivitas fauna, perakaran yang terdapat dalam tanah, dan sebagainya pada suatu wilayah.tentunya Pengamatan pada profil tanah tidak dapat dilakukan secara individual. Dikarenakan dalam suatu pengamatan, setiap orang akan berbeda dalam mengkelaskan (misal tekstur dan struktur), dibutuhkan sensitivitas/kejelian setiap orang dalam menginterpretasikan suatu sifat tanah.
Menurut Haridjadja (1980) tekstur tanah adalah distribusi besar butir-butir tanah atau perbandingan secara relatif dari besar butir-butir tanah. Butir-butir tersebut adalah pasir, debu dan liat. Gabungan dari ketiga fraksi tersebut dinyatakan dalam persen dan disebut sebagai kelas tekstur. Pada umumnya tanah asli merupakan campuran dari butiran-butiran yang mempunyai ukuran yang berbeda-beda (Braja 1993).
Tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah. Kelas tekstur tanah dikelompokkan berdasarkan perbandingan banyaknya butir-butir pasir, debu dan liat. Tanah-tanah yang bertekstur pasir mempunyai luas permukaan yang kecil sehingga sulit menyerap (menahan) air dan unsur hara. Tanah-tanah bertekstur liat mempunyai luas permukaan yang besar sehingga kemampuan menahan air dan menyediakan unsur hara tinggi (Hardjowigeno 1995). Dalam sistem klasifikasi tanah berdasarkan tekstur, tanah diberi nama atas dasar komponen utama yang dikandungnya, misalnya lempung berpasir (sandy clay), lempung berlanau (silty clay), dan seterusnya (Braja 1993).


BAB III
METODE KERJA



A.    ALAT DAN BAHAN


Alat yang digunakan dalam praktikum Acara IV Pengamatan tanah Dengan Indra antara lain cawan porselin, botol semprot, colet/spatel dan buku Munsell Soil Color Chart. Bahan yang digunakan antara lain contoh tanah halus (<0,5mm) dan tanah yang masih berbentuk gumpalan (Inseptisol, Andisol, Ultisol, Vertisol, Entisol).

B.  PROSEDUR KERJA

1.      Warna Tanah
Diambil sedikit tanah gumpal yang lembab secukupnya (permukaanya tidak mengkilap), diletakkan di bawah lubang kertas buku Munsell Soil Collor Chart. Dicatat notasi warna (Hue, Value, chroma) dan nama warna. Penamatan warna tanah tidak boleh terkena cahaya matahari langsung.
2.      Tekstur Tanah
Penetapan tekstur tanah dilapang dilakukan dengan cara merasakan atau meremas tanah antara ibu jari dan jari telunjuk. Diambil sebongkah tanah kira-kira sebesar kelereng, basahi dengan air hingga tanah dapat ditekan.
3.      Struktur Tanah
Sebongkah tanah diambil dari horison tanah, kemudian dipecah dengan cara menekan dengan jari atau dengan dijatuhkan dari ketinggian tertentu. Sehingga bongkah tanah akan pecah secara alami. Pecahan tersebut menjadi agregat mikro (ped) yang merupakan kelas struktur tanah.
4.      Konsistensi
Contoh tanah dalam berbagai kandungan air diamati dengan cara dipijit dengan ibu jari dan telunjuk. Pengamatan dimulai pada kondisi kering, lembab dan basah dengan cara menambah air pada contoh tanahnya.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN



A.    HASIL


a.       Tesktur dan Warna Tanah

JENIS TANAH
WARNA TANAH

NO
NOTASI WARNA
NAMA WARNA
TEKSTUR
1
VERTISOL
10 YR 3/1
VERY DARK GRAY
LEMPUNG BERLIAT
2
ANDISOL
10 YR 2/1
BLACK
LEMPUNG BERPASIR
3
ULTISOL
5 YR 4/6
YELLOWISH RED
LIAT GUMPAL
4
ENTISOL
10 YR 4/2
DARK GRAYISH BROWN
LIAT BERDEBU
5
INCEPTISOL
10 YR 5/4
YELLOWISH BROWN
LEMPUNG



a.       Struktur Tanah
NO.
JENIS TANAH
TIIPE
KELAS
DERAJAT
1
Ultisol
Gumpal
Halus
2 sedang
2
Entisol
Gumpal
Sangat Halus
1 lembut
3
Vertisol
Gumpal
Halus
3 keras
4
Inseptisol
Gumpal
Sangat Halus
2 sedang
5
Andisol
Gumpal
Halus
1 lembut


b.      Konsistensi Tanah

NO.
Jenis Tanah
Konsistensi Tanah
Konsistensi Lembab
Konsistensi Kering
Kelekatan
Keliatan
1
Ultisol
SS
PS
t
sh
2
Entisol
SS
P
t
sh
3
Vertisol
SS
P
t
sh
4
Inseptisol
SS
PS
t
sh
5
Andisol
SS
PO
t
sh




A.    PEMBAHASAN


Definisi tanah menurut Foth adalah bahan mineral yang tidak pepat (unconsolidated) pada permukaan tanah yang dipengaruhi oleh factor-faktor  genetic dan lingkungan, yaitu: iklim,organisme serta topografi yang semuanya berlangsung pada suatu periode. Tanah itu adalah tubuh alam (natural body) yang terbentuk dan berkembang sebagai akibat bekerjanya gaya-gaya alam (natural forces) terhadap bahan-bahan alam (natural material) dipermukaan bumi.(Hakim, 1986).  

Warna merupakan salah satu sifat fisik tanah yang lebih banyak digunakan untuk pendeskripsian karakter tanah, karena tidak mempunyai efek langsung terhadap tetanaman tetapi secara tidak langsung berpengaruh lewat dampaknya terhadap temperatur dan kelembapan tanah. Warna tanah dapat meliputi putih, merah, coklat, kelabu, kuning dan hitam, kadangkala dapat pula kebiruan atau kehijauan. Kebanyakan tanah mempunyai warna yang tidak murni, tetapi campuran kelabu, coklat dan bercak, kerapkali 2-3 warna terjadi dalam bentuk spot-spot, disebut karatan. (Tan Kim, 1995).
Intensitas warna tanah dipengaruhi tiga faktor berikut: (1) jenis mineral dan jumlahnya, (2) kandungan bahan organik tanah, dan (3) kadar air tanah dan tingkat hidratasi. Tanah yang mengandung mineral feldspar, kaolin, kapur, kuarsa dapat menyebabkan warna putih pada tanah. Jenis mineral feldspar menyebabkan beragam warna dari putih sampai merah. Hematit dapat menyebabkan warna tanah menjadi merah sampai merah tua. Makin tinggi kandungan bahan organik maka warna tanah makin gelap (kelam) dan sebaliknya makin sedikit kandungan bahan organik tanah maka warna tanah akan tampak lebih terang. Tanah dengan kadar air yang lebih tinggi atau lebih lembab hingga basah menyebabkan warna tanah menjadi lebih gelap (kelam). Sedangkan tingkat hidratasi berkaitan dengan kedudukan terhadap permukaan air tanah, yang ternyata mengarah ke warna reduksi (gleisasi) yaitu warna kelabu biru hingga kelabu hijau (Madjid, 2009)
Tekstur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah (separat) yang dinyatakan sebagai perbandingan proporsi (%) relatif antara fraksi pasir (sand) (berdiameter 2,00-0,20 mm atau 2000-200 µm, debu (slit) (berdiameter 0,20- 0,002 mm atau 200- 2µm) dan liat (clay) (<2 µm). Berdasarkan kelas teksturnya maka tanah digolongkan menjadi :
a)    Tanah bertekstur kasar atau tanah berpasir berarti tanah yang mengandung minimal 70% pasir atau bertekstur pasir atau pasir berlempung.
b)   Tanah bertekstur halus atau tanah berliat mengandung minimal 37,5 % liat atau bertekstur liat, liat berdebu atau liat berpasir (3 macam).
c) Tanah bertekstur sedang atau tanah berlempung. (Hanafiah, 2009).
              Struktur tanah menunjukkan kombinasi atau susunan partikel-partikel tanah primer (pasir, debu, dan liat) sampai pada partikel-partikel sekunder atau ped disebut juga agregat. Struktur suatu horizon yang berbeda satu profil tanah merupakan satu ciri penting tanah, seperti warna tekstur atau komposisi kimia. Struktur mengubah pengaruh tekstur dengan memperhatikan hubungan kelembaban udara. Struktur berkenbang tidak dari satu butir tunggal maupun dari keadaan pejal. Warna merupakan sifat tanah yang nyata dan mudah dikenali. (Foth, 1998)


Konsistensi tanah menunjukkan integrasi antara kekuatan daya kohesi butir-butir tanah dengan daya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain. (Hardjowigeno, 1992)

Penetapan konsistensi tanah dapat dilakukan dalam tiga kondisi, yaitu: basah, lembab, dan kering. Konsistensi basah merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah di atas kapasitas lapang (field cappacity). Konsistensi lembab merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah sekitar kapasitas lapang. Konsistensi kering merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah kering udara. (Abdul Madjid, 2009)

     Konsistensi tanah menunjukkan integrasi antara kekuatan daya kohesi butir-butir tanah dengan daya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain. (Hardjowigeno, 1992)
    Manfaat mengetahui warna, tekstur, struktur dan konsistensi tanah antara lain: Kita dapat menentukan macam-macam warna tanah serta dapat menentukan notasi warna, nama warna dan tekstur tanah berdasarkan buku panduan yang ada.
        Faktor yang mempengaruhi warna dan penyebab perbedaan warna permukaan tanah umumnya oleh perbedaan kandungan bahan organik, warna tanah semakin gelap tinggi akan kandungan bahan organik, warna tanah semakin gelap. Faktor yang mempengaruhi tekstur dan struktur adalah perbandingan banyaknya butir-butir pasir, debu, dan liat. Kasar halusnya tanah di tunjukkan dalam kelas sebaran besar butir yang mencakup seluruh tanah. Sedangkan faktor yang mempengaruhi konsistensi antara lain kelembaban, kelekatan, plastisitas, dan bahan organik yang ada dalam tanah.
            Menurut Buringh (1970) dalam Munir(1996) adalah proses pembentukan tanah-tanah abu vulkanis di wilayah tropika basah meliputi : hidrolisis secara intensif, andosolisasi, irreversible drying, melanisasi dan pembentukan padas. Andisol di Indonesia merupakan tanah yang cukup subur untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan
Sasaran pokok cara kerja penetapan tektur tanah adalah menentukan agihan ukuran jarak penyusun fasa padat tanah. Pada acara praktikum ini uji tekstur tanah dilaksanakan dengan menguji suatu massa contoh tanah diantara muka ibu jari dan telunjuk, serta memperhatikan rasa tanah dan sensai yang muncul (Poerwowidodo, 1991).




BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN




A.    KESIMPULAN



Dari hasil praktikum kali ini diperoleh data hasil dari masing-masing percobaan yaitu
1. Jenis tanah Inceptisol notasi warna 10 YR 5/4 dengan nama warnanya  adalah Yellowish Brown dan bertekstur lempung liat.Struktur tanahnya bertipe gumpal, dengan kelas sangat halus, dan derajatnya adalah cukupan. Konsistensi basah kelekatan SS (Sligtly Sticky) keliatan PS (Sligtly plastic), konsistensi lembab vf (very vriable), konsistensi kering h (hard).
2. Jenis tanah Ultisol notasi warna 5 YR 4/6 dengan nama warnanya adalah Yellowish Red dan bertekstur liat gumpal.Struktur tanahnya bertipe gumpal, dengan kelas sangat halus, dan derajatnya adalah cukupan. Konsistensi basah kelekatan SS (Sticky) keliatan PS (slightyly plastic), konsistensi lembab t (firm), konsistensi kering sh (slightly hard).
3. Jenis tanah Vertisol notasi warna 10 YR 3/1 dengan nama warnanya  adalah Very Dark Gray dan bertekstur lempung berliat.Struktur tanahnya bertipe gumpal, dengan kelas sedang, dan derajatnya adalah 3 (kuat). Konsistensi basah kelekatan ss (slightly sticky) keliatan P (plastic), konsistensi lembab t (firm), konsistensi kering sh (slightly hard).
4. Jenis tanah Entisol notasi warna 10 YR 4/2 dengan nama warnanya  adalah Dark Grayish Brown dan bertekstur liat berdebu.Struktur tanahnya bertipe gumpal, dengan kelas sedang, dan derajatnya adalah 1. Konsistensi basah kelekatan SS (Slightly Sticky) keliatan P (plastic), konsistensi lembab t (firm), konsistensi kering sh (slightly hard).
5.  Jenis tanah Andisol notasi warna 10 YR 2/1 dengan nama warnanya  adalah Black dan bertekstur liat berpasir.Struktur tanahnya bertipe gumpal, dengan kelas sedang, dan derajatnya adalah 1. Konsistensi basah kelekatan SS (Slightly Sticky) keliatan PO (non plastic), konsistensi lembab t (firm), konsistensi kering sh (slightly hard).


B.     SARAN


Seharusnya pada praktikum pengenalan dengan indera di lakukan secara benar agar data yang di hasilkan sesuai dengan buku Munsell Soil Colour Chart.



DAFTAR PUSTAKA


Foth, Henry d. 1998. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.
Hanafiah, Kemas A. 2007. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Pt. Raja Grafindo Persada : Jakarta.
Hardjowigeno, S. 1987. Ilmu Tanah. Penerbit Akademika Pressindo : Jakarta
Majid, Abdul. 2009. “Sifat Fisika Tanah (Bagian 5: Konsistensi Tanah”.
Koorevaar, D.,G. Menelik and C. Dirksen. 1987. Element of Soil Physics. Development inSoil Science 13 (Anasir Fisika Tanah – Perkembangan di Dalam Ilmu Tanah 13,Alih Bahasa B.D. Kertonegoro dan S. Soetarmodjo). Jurusan Tanah FakultasPertanian Universitas Gadjah Mada : Yogyakarta.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar